Sabtu, 02 November 2013

Makalah Interaksi Sosial - IPS



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi Sosial.
Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi Sosial Secara Langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh Interaksi Sosial Tidak Langsung.
Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Indenifikasi, Simpati dan Empati. Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis yang meniru menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah interaksi sosial yang didasari oleh adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau yang kuat ke yang lemah atau bisa juga dipengaruhi karena iklan.
Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya individu yang mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh menyamakan kebiasaan pemain sepakbola idolanya. Simpati adalah interaksi sosial yang didasari oleh foktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.
Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh tindakan membantu korban bencana alam. Interaksi sosial mensyaratkan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial. Kemudian membuat terjadinya proses sosial. Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan disasosiatif Asosiatif meliputi akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama) (Intinya interaksi social yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa dll). Contoh kerja sama antara depertemen pendidikan nasional dengan PT Telkom dalam program Jardiknas.
Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya interaksi sosial yang tidak baik, penuh persaingan, perang dingin, bertengkar dll). Contoh Bapak memukul anaknya karena tidak mendengarkan nasihatnya. Menyuruh pergi seorang pengemis dengan cara membentak

B. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah :
1. Seperti apakah tindakan sosial di masyarakat?
2. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
3. Bagaimana bentuk-bentuk interksi sosial?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata kuliah Tempat Ruang Dan Sistem Sosial serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang pengaruh interaksi sosial bagi masyarakat
D. Metode dan Prosedur
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet
BAB   II
PEMBAHASAN
2.1 MENGIDENTIFIKASIKAN TINDAKAN DAN INTERAKSI SOSIAL
            Sebagai makhluk sosial, tindakan-tindakan selalu terjadi dalam kerangka proses sosial. Disini “proses” dimaknakan sebagai “segala kejadian, peristiwa atau aktifitas yang terjadi dalam tahapan atau urutan tertentu. Rangkaian peristiwa atau kejadian itu disebut sebagai sebuah proses sosial karena terjadi dalam masyarakat dan melibatkan orang lain. Proses sosial sendiri di artikan sebagai “cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada”.
A.  PENGERTIAN TINDAKAN SOSIAL
          Tindakan atau aksi berarti perbuatan atau sesuatu yang dilakukan. Secara sosiologis, tindakan artinya seluruh perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja yang mempunyai makna subyektif bagi pelakunya.
Didalam sosiologi, tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiologi Jerman, dimana tindakan sosial dimulai dari tindakan individu atau perilaku individu dengan perilaku oang lain, yang diorientasikan pada hasil tindakan tersebut, sehingga dapat dipahami secara subjektif, maksudnya setiap tindakan sosial yang dilakukan seseorang akan memiliki maksud atau makna tertentu.
Jadi tindakan sosial pada diri orang baru terjadi apabila tindakan tersebut dihubungkan dengan orang lain. Tindakan sosial yang dimulai dari tindakan indiidu-individu memiliki keunikan atau ciri tersendiri.
Ada 2 macam makna yang hendak  diwujudkan dalam setiap tindakan sosial, yakni :
1.      Makna aktual (actual meaning )
2.      Makna yang secara teoritis
B. CIRI-CIRI TINDAKAN SOSIAL
            Bentuk tolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial, maka terdapat lima ciri pokok yang menjadi sasaran sosiologi, yaitu:
1. Tindakan manusia yang menurut si aktor mengandung makna subyektif, hal ini meliputi tindakan nyata.
2. Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
3. Tindakan yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan tersebut akan diulang.
4. Tindakan itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.
5. Tindakan itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada orang atau individu yang dituju.
C. FAKTOR PENDORONG MELAKUKAN TINDAKAN SOSIAL
Manusia merupakan makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa manusia lain, sbab secara biologis manusia adalah makhluk yang palin lemah. Sejak dilahirkan ke dunia, manusia mempunyai dua hasyat atau keinginan pokok, yaiyu keinginan pokok, yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekitarnya (masyaraakat) dan keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam di skitarnya.
Untuk memperoleh kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan akalnya (pikiran, perasaan, dan kehendak). Menyadari kelemahan dan kekurangannya dalam menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan alam yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri atau perorangan, manusia menghimpun diri dan mengelompokan dirinya dengan manusia lain yang kemudian disebut masyarakat.
D. BENTUK-BENTUK TINDAKAN SOSIAL
Pada dasarnya tindakan manusia, baik sebagai individu maupun makhluk sosial terdiri dari dua tindakan pokok yaitu tindakan lahiriah dan tindakan batiniah, sbagai berikut:
1. Tindakan lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat dilihat dan cendeung ditiru secara berulang-ulang oleh banyak orang.
2. Tindaka batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak yang dingkapkan dalam sikap dan bertindak, dilakukan berulang kali dan di ikuti oleh banyak orang.
Di dalam kehidupan masyarakat, kita dapat mengenali beberapa pola tindakan bathiniah yang terdiri dari bantuk-bentuk sebagai berikut:
1. prasangka (prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu penomana tanpa di tunjang dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. sikap sosial (social attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah dan bathiniah terhadap fenomena atua gejala yang mempunyai arti sosial.
3. pendapat umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran masyarakat yang berpola dan dibentuk dari beberapa golongan atau kelompok.
4. propagan, adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara mempengaruhu massa atau publik agar mau untuk menerima pola fikiran tertentu.
Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat tipe tindakan berdasarkan tingkat kemudahan untuk dipahami sebagai berikut:
1. Rasionalitas instrumental
Merupakan tindakan sosial murni, dimana tindakan tersebut dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan dicapai (bersifat rasional).
2. Rasionalitas berorientasi nilai
Tindakan itu dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang dicapai tidak terlalu dipetimbangkan yang penting tindakan terbut baik dan benar menuut penilaian masyarakat.
3. Tindakan afektif
Tindakan ini dilakukan dengan dibuat-buat yang didasari oleh perasaan atau emosi dan kepura-puraan seseorang.
4.Tindakan tradisional
Tindakan ini didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu dimasa lalunya atau yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu, tanpa pehitungan secara matang, dan sama sekali tidak rasional.
E. BENTUK TINDAKAN SOSIAL
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
1.      Tindakan Rasional Instrumental :
Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan.Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup
2.      Tindakan Rasional Berorientasi nilai :
Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar dalam masyarakat. Contoh : Tindakan -Tindakan yang bersifat Religio-magis
3.      Tindakan Tradisional :
Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional.Contoh : Berbagai macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur.
4.      Tindakan Ofektif :
Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang kelompok orang berdasarkan
perasaan emosi.
2.2         INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process.
 sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat
A.  PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi Sosial adalah suatu proses hubungan timbal balik yang dilakukan oleh individu sosial antarindividu,individu sosial dengan kelompok,interaksi sosial antarkelompok masyarakat, antara kelompok dengan dengan kelompok dalam kehidupan social.Kamus Bahasa Indonesia Innteraksi didifinisikan sebagai hal saling melalkukan akasi , berhubungan atau saling mempengaruhi. Dengan demikian interaksi adalah hubungan timbale balik (social) berupa aksi salaing mempengaruhi antara indeividu dengan individu, antara individu dankelompok dan antara kelompok dengan dengan kelompok.
Gillin mengartikan bahwa interaksi social sebagai hubungan-hubungan social dimana yang menyangkut hubungan antarandividu , individu dan kelompok antau antar kelompok. Menurut Charles P. loomis sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. jumlah pelakunya dua orang atau lebih
2. adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbul atau lambing-lambang
3. adanya suatu demensi waktu yang meliputi ,asa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang .
4. adanya tujuan yang hendak dicapai.
Syarat terjadinya interaksi adalah :
1.      ADANYA KONTAK SOSIAL
Kata kontak dalam bahasa inggrisnya “contack”, dari bahasa lain “con” atau “cum” yang artinya bersama-sama dan “tangere” yang artinya menyentuh . Jadi kontak berarti sama-sama menyentuh.Kontak social ini tidak selalu melalui interaksi atau hubungan fisik, karena orang dapat melakuan kontak social tidak dengan menyentuh, misalnya menggunakan HP, telepon dsb.
Kontak social memiliki memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Kontak social bisa bersifat positif dan bisa negative. Kalau kontak social mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau mengarah pada suatu pertentangan atau konflik berarti negative.
2. Kontak social dapat bersifat primer dan bersifat skunder. Kontak social primer terjadi apa bila peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misanya kontak antara guru dengan murid dsb. Kalau kontak skunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui perantara. Missal percakapan melalui telepon, HP.,dst
  2. KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Ada lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu :
1. Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau pesan atau perasaan atau pemikiran pada pihak lain.
2. Komunikan yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, informasi.
3.Pesan yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
4.Media yaitu alat untuk menyampaiakn pesan
5.Efek/feed back yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator.
Ada tiga tahapan penting dalam komunikasi:
a.      Encoding.
Pada tahap ini gagssaan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar . dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah ,kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan :
b.      Penyampaian.
Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaiakan . Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat berupa tulisan atau gabungan dari duanya.
c.       Decoding.
Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yangditerima menuruy pengalaman yang dimiliki.
Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi social :
Interaksi sosial terbentuk oleh factor – factor berikut ini :
1. Tindakan Sosial
2. Kontak SosiaL
3. Komunikasi Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara :
Kontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak – pihak yang berkomunikasi . Cara kontak sosial itu ada 2 macam yaitu :
1.     Kontak Langsung
Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan .
2.     Kontak Tidak Langsung
Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga. Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi :
Ada 2 macam kontak sosial :
 1. Kontak Primer
2. Kontak Sekunder
3. Komunikasi Sosial
Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator , orang yang menerima komunikasi disebut komunikan . Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif . Contoh : Pesan yang disampaikan tidak jelas , berbelit – belit , bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami.
B.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL
a.      Imitasi
Merupakan suatu tindakan yang meniru orang lain, baik dalam sikap ataupun tindakan meniru merupakan suatu cara belajar dengan jalan mengikuti contoh perubahan orang lain.
b. Sugesti
ini berlangsung apabila seseorang memberikan pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain. Biasanya sugesti muncul ketika sipenerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak dapat bewrfikir rasional.
Biasanya sugesti berasal dari orang-orang sebagai berikut:
1. orang yang berwibawa, karismatik dan punya pengaruh terhadap yang disugesti, misalnya orang tua ulama dsb.
2. Orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada yang disugesti.
3. Kelompok mayoritas terhadap minoritas.
4. Reklame atau iklan media masa.

c. Identifikasi
yaitu merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
d.      Simpati
yaitu merupakan suatu proses dimana seorang merasa tertarik kepada pihak lain. Melalui proses simpati orang merasa dirinya seolah-olah dirinya berasa dalam keadaan orang lain.
e.      Empati
yaitu merupakan simpati yang menfdalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
Sumber informasi yang mendasari interaksi
1. warna kulit
2. usia
3. jenis kelamin
4. penampilan fisik
5. bentuk tubuh
6. pakaian
7. wacana
C. BENTUK-BENTUK PROSES SOSIAL
          A. PROSES SOSIAL YANG ASOSIATIF
                        Sebagai persatuan atau persekutuan. Itu berarti asosiasi berhubungan dengan segala proses atau kejadian menuju kerja sama atau persekutuan. Demikianlah proses asosiatif membangun kerjasama.
1.      Akomodasi , adalah usaha manusia untuk meredakan ketegngan akibat konflik atau pertikaian dan kesetabilan. Akomodasi bisa diwujud kan dengan berbagai macam cara antara lain : koersi, kompromi, aribitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, keputusan mayoritas, eliminasi
2.      Kerjasama , adalah bergabungnya individu atau sekelompok individu untuk mencapai tujuannya bersama. Kerjasama terjadi ketika kelompok-kelompok sosial menyadiri bahwa kepentingan-kepentingan mereka akan dapat terealisasikan secara maksimal dalam hubungan kerjasama dengan kelompok-kelompok lainnya .
3.      Asimilasi , adalah proses ketika masing-masing individu atau kelompok yang sebelumnya saling berbeda perhatian dan pandangan sekarang memiliki perhatian dan pandangan yang sama.Yang terpenting dalam asimilasi adalah bahwa kelompok-kelompok social yang saling berasimilasi tidak lagi membedakan diri satu sama lain, tetapi justru lebur menjadi satu kelompok besar.
4.      Akultrasi , adalah suatu keadaan dimana unsure-unsur kebudayaan asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan tersendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri itu. Contohnya, dalam pakaian, bahasa, kesenian, dan lain-lain.
B. PROSES SOSIAL YANG DISOSIATIF
                                Proses social yang disosiatif ini akan terjadi dalam masyarakat, dan sebagai sebuah gejala social, kita tidak menghindarinya.
Ada tiga bentuk utama dari proses social yang disosiatif, yang persaingan, kontravensi, dan konflik.
1.       Persaingan (kompetisi)
Adalah suatu bentuk perjuangan social yang berlangsung secara damai.Persaingan terjadi apabila dua pihak saling berlomba dan berebut untuk mencapai suatu tujuan tertentu atau kalau barang yang sama terbatas persediaannya. Contohnya, persaingan memperebutkan kenaikan pangkat, mendapatkan jodoh, memperebutkan tampuk kekuasaan, menumpuk kekayaan, mendapatkan nama harum, dan sebagainya.Kompetesi dapat berlangsung secara wajar dan tertib apabila kedua belah pihak mengakui norma-norma untuk melakukan persaingan secara sportif.
2.       Kontravensi
Merupakan suatu bentuk proses-proses social yang berada di antara persaingan (kompetisi) dan pertentangan (konflik). Kontravensi terutama ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang.
Leopold von wiese dan howard becker dalam buku mereka systematic sociology (john R. wiley and sons, NY, 1932) berpendapat bahwa kontravensi terjadi melalui proses-proses tertentu meliputi:
a. Proses-proses umum yang meliputi tindakan-tindakan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi.
b. Bentuk-bentuk kontravensi yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang dimuka umum. Mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, memfitnah melalui surat kaleng, dan sebagainya.
c. Bentuk-bentuk kontravensi yang intensif meliputi penghasutan, penyebaran desas-desus, mengecewakan pihak lain, dan seterusnya.
d. Komravensi yang sifatnya rahasia seperti mengumumkan rahasia pihak lain, berkhianat, dan sebagainya.
e. Kontravensi yang sifatnya taktis seperti mengejutkan lawan, mengganggu atau membingunkan pihak lain, misalnya dalam kampanye pemilihan umum dan sebagainya
3. Pertentangank(konflik)
Merupakan kompetisi yang hebat sehingga menimbulkan pertentangan karena munculnya rasa benci , emosi , rasa marah . contoh : perang antaretnis di bosnia , pertikaian israel-palestina , konflik antaragma di maluku dan poso , konflik antaretnis di pontianak , dan sebagainya 

2.3 BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok.
Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

0 komentar:

Posting Komentar