BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling
mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs
individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar
merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi
sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi
Sosial.
Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder.
Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung.
Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A
dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi
Sosial Secara Langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B
meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh Interaksi Sosial Tidak Langsung.
Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Indenifikasi, Simpati dan Empati. Imitasi adalah
interaksi sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain. Contoh anak gadis
yang meniru menggunakan jilbab sebagaimana ibunya memakai. Sugesti adalah interaksi
sosial yang didasari oleh adanya pengaruh. Biasa terjadi dari yang tua ke yang
muda, dokter ke pasien, guru ke murid atau yang kuat ke yang lemah atau bisa
juga dipengaruhi karena iklan.
Indentifikasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor adanya
individu yang mengindentikkan (menyadi sama) dengan pihak yang lain. Contoh
menyamakan kebiasaan pemain sepakbola idolanya. Simpati adalah interaksi
sosial yang didasari oleh foktor rasa tertarik atau kagum pada orang lain.
Empati adalah interaksi sosial yang disasari oleh faktor dapat
merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lebih dari simpati. Contoh
tindakan membantu korban bencana alam. Interaksi sosial mensyaratkan adanya
kontak sosial dan komunikasi sosial. Kemudian membuat terjadinya proses sosial.
Proses sosial dapat bersifat asosiatif dan disasosiatif Asosiatif meliputi
akomodasi, difusi, asimilasi, akulturasi, kooperasi (kerjasama) (Intinya
interaksi social yang baik-baik, kerjasama, rukun, harmonis, serasa dll).
Contoh kerja sama antara depertemen pendidikan nasional dengan PT Telkom dalam
program Jardiknas.
Disasosiatif meliputi konflik, kontravensi dan kompetensi (Intinya
interaksi sosial yang tidak baik, penuh persaingan, perang dingin, bertengkar
dll). Contoh Bapak memukul anaknya karena tidak mendengarkan nasihatnya.
Menyuruh pergi seorang pengemis dengan cara membentak
B. Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi
rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah :
1. Seperti
apakah tindakan sosial di masyarakat?
2. Apa yang
dimaksud dengan interaksi sosial?
3. Bagaimana
bentuk-bentuk interksi sosial?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas Mata kuliah Tempat Ruang Dan Sistem Sosial serta untuk wawasan dan ilmu
kami tentang pengaruh interaksi sosial bagi masyarakat
D. Metode dan Prosedur
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini
yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di
internet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 MENGIDENTIFIKASIKAN
TINDAKAN DAN INTERAKSI SOSIAL
Sebagai makhluk sosial,
tindakan-tindakan selalu terjadi dalam kerangka proses sosial. Disini “proses”
dimaknakan sebagai “segala kejadian, peristiwa atau aktifitas yang terjadi
dalam tahapan atau urutan tertentu. Rangkaian peristiwa atau kejadian itu
disebut sebagai sebuah proses sosial karena terjadi dalam masyarakat dan
melibatkan orang lain. Proses sosial sendiri di artikan sebagai “cara-cara berhubungan yang dapat dilihat
apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan
menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang terjadi
apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang
telah ada”.
A. PENGERTIAN TINDAKAN SOSIAL
Tindakan atau aksi berarti perbuatan atau sesuatu yang
dilakukan. Secara sosiologis, tindakan artinya seluruh perbuatan manusia yang
dilakukan secara sadar atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja yang
mempunyai makna subyektif bagi pelakunya.
Didalam sosiologi, tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh
Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiologi Jerman, dimana tindakan sosial
dimulai dari tindakan individu atau perilaku individu dengan perilaku oang
lain, yang diorientasikan pada hasil tindakan tersebut, sehingga dapat dipahami
secara subjektif, maksudnya setiap tindakan sosial yang dilakukan seseorang
akan memiliki maksud atau makna tertentu.
Jadi tindakan sosial pada diri orang baru terjadi apabila
tindakan tersebut dihubungkan dengan orang lain. Tindakan sosial yang dimulai
dari tindakan indiidu-individu memiliki keunikan atau ciri tersendiri.
Ada 2 macam makna yang hendak diwujudkan dalam setiap tindakan sosial, yakni
:
1. Makna aktual (actual meaning )
2. Makna yang secara teoritis
B.
CIRI-CIRI TINDAKAN SOSIAL
Bentuk tolak dari konsep dasar
tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial, maka terdapat lima ciri
pokok yang menjadi sasaran sosiologi, yaitu:
1. Tindakan
manusia yang menurut si aktor mengandung makna subyektif, hal ini meliputi
tindakan nyata.
2. Tindakan
nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
3. Tindakan
yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan tersebut akan
diulang.
4. Tindakan
itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.
5. Tindakan
itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada orang atau individu
yang dituju.
C. FAKTOR
PENDORONG MELAKUKAN TINDAKAN SOSIAL
Manusia merupakan makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa
manusia lain, sbab secara biologis manusia adalah makhluk yang palin lemah.
Sejak dilahirkan ke dunia, manusia mempunyai dua hasyat atau keinginan pokok,
yaiyu keinginan pokok, yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain
di sekitarnya (masyaraakat) dan keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan
alam di skitarnya.
Untuk memperoleh kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan
akalnya (pikiran, perasaan, dan kehendak). Menyadari kelemahan dan kekurangannya
dalam menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan alam yang tidak mungkin
dilakukan secara sendiri-sendiri atau perorangan, manusia menghimpun diri dan
mengelompokan dirinya dengan manusia lain yang kemudian disebut masyarakat.
D. BENTUK-BENTUK
TINDAKAN SOSIAL
Pada dasarnya tindakan manusia, baik sebagai individu maupun
makhluk sosial terdiri dari dua tindakan pokok yaitu tindakan lahiriah dan
tindakan batiniah, sbagai berikut:
1. Tindakan
lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat dilihat dan cendeung
ditiru secara berulang-ulang oleh banyak orang.
2. Tindaka
batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak yang dingkapkan
dalam sikap dan bertindak, dilakukan berulang kali dan di ikuti oleh banyak
orang.
Di dalam kehidupan masyarakat, kita dapat mengenali beberapa
pola tindakan bathiniah yang terdiri dari bantuk-bentuk sebagai berikut:
1. prasangka
(prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu penomana tanpa di
tunjang dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. sikap
sosial (social attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah dan
bathiniah terhadap fenomena atua gejala yang mempunyai arti sosial.
3. pendapat
umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran masyarakat yang berpola
dan dibentuk dari beberapa golongan atau kelompok.
4. propagan,
adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara mempengaruhu massa
atau publik agar mau untuk menerima pola fikiran tertentu.
Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat
tipe tindakan berdasarkan tingkat kemudahan untuk dipahami sebagai berikut:
1. Rasionalitas instrumental
Merupakan tindakan sosial murni, dimana tindakan tersebut
dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan
tujuan yang akan dicapai (bersifat rasional).
2. Rasionalitas berorientasi nilai
Tindakan itu dilakukan dengan memperhitungkan manfaatnya,
tetapi tujuan yang dicapai tidak terlalu dipetimbangkan yang penting tindakan
terbut baik dan benar menuut penilaian masyarakat.
3. Tindakan afektif
Tindakan ini dilakukan dengan dibuat-buat yang didasari oleh
perasaan atau emosi dan kepura-puraan seseorang.
4.Tindakan tradisional
Tindakan ini didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam
mengerjakan sesuatu dimasa lalunya atau yang dilakukan oleh orang-orang
terdahulu, tanpa pehitungan secara matang, dan sama sekali tidak rasional.
E. BENTUK
TINDAKAN SOSIAL
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan
sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara
diam – diam . Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan seorang
individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat .
Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
1.
Tindakan Rasional Instrumental :
Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian
antara cara dan tujuan.Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang
cukup
2.
Tindakan Rasional Berorientasi nilai
:
Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar
dalam masyarakat. Contoh : Tindakan -Tindakan yang bersifat Religio-magis
3.
Tindakan Tradisional :
Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan
Rasional.Contoh : Berbagai macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan
kebudayaan leluhur.
4.
Tindakan Ofektif :
Tindakan –
Tindakan yang dilakukan oleh seorang kelompok orang berdasarkan
perasaan
emosi.
2.2
INTERAKSI
SOSIAL
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan
sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara
individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan
kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga
terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau
maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada
saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu
tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari
interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak
bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi
melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses
tersebut disebut juga dengan interpretative process.
sosial dapat terjadi
bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi.
Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial
Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan
reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa
hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau
interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik
dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang
individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di
sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan
wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat
dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi
Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4
batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak
publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai
Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang
dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi
situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan
penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat
oleh individu dan masyarakat
A. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi Sosial adalah suatu proses hubungan timbal balik yang dilakukan oleh
individu sosial antarindividu,individu sosial dengan kelompok,interaksi sosial
antarkelompok masyarakat, antara kelompok dengan dengan kelompok dalam
kehidupan social.Kamus Bahasa Indonesia Innteraksi didifinisikan sebagai hal
saling melalkukan akasi , berhubungan atau saling mempengaruhi. Dengan demikian
interaksi adalah hubungan timbale balik (social) berupa aksi salaing
mempengaruhi antara indeividu dengan individu, antara individu dankelompok dan
antara kelompok dengan dengan kelompok.
Gillin mengartikan bahwa interaksi social sebagai
hubungan-hubungan social dimana yang menyangkut hubungan antarandividu ,
individu dan kelompok antau antar kelompok. Menurut Charles P. loomis sebuah
hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. jumlah
pelakunya dua orang atau lebih
2. adanya
komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbul atau lambing-lambang
3. adanya
suatu demensi waktu yang meliputi ,asa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
.
4. adanya
tujuan yang hendak dicapai.
Syarat terjadinya
interaksi adalah :
1.
ADANYA KONTAK SOSIAL
Kata kontak dalam bahasa inggrisnya
“contack”, dari bahasa lain “con” atau “cum” yang artinya bersama-sama dan
“tangere” yang artinya menyentuh . Jadi kontak berarti sama-sama
menyentuh.Kontak social ini tidak selalu melalui interaksi atau hubungan fisik,
karena orang dapat melakuan kontak social tidak dengan menyentuh, misalnya
menggunakan HP, telepon dsb.
Kontak social memiliki memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Kontak social bisa bersifat positif dan bisa negative.
Kalau kontak social mengarah pada kerjasama berarti positif, kalau mengarah
pada suatu pertentangan atau konflik berarti negative.
2. Kontak social dapat bersifat primer dan bersifat skunder.
Kontak social primer terjadi apa bila peserta interaksi bertemu muka secara
langsung. Misanya kontak antara guru dengan murid dsb. Kalau kontak skunder
terjadi apabila interaksi berlangsung melalui perantara. Missal percakapan
melalui telepon, HP.,dst
2. KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari
satu pihak kepihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Ada lima unsur pokok dalam
komunikasi yaitu :
1.
Komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau pesan atau perasaan
atau pemikiran pada pihak lain.
2. Komunikan
yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, informasi.
3.Pesan
yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
4.Media
yaitu alat untuk menyampaiakn pesan
5.Efek/feed
back yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan
setelah mendapat pesan dari komunikator.
Ada tiga tahapan penting dalam komunikasi:
a.
Encoding.
Pada tahap ini gagssaan atau program
yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar . dalam tahap
ini komunikator harus memilih kata atau istilah ,kalimat dan gambar yang mudah
dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode
yang membingungkan komunikan :
b.
Penyampaian.
Pada tahap ini istilah atau gagasan
yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaiakan .
Penyampaian dapat berupa lisan dan dapat berupa tulisan atau gabungan dari
duanya.
c.
Decoding.
Pada tahap ini dilakukan proses
mencerna dan memahami kalimat serta gambar yangditerima menuruy pengalaman yang
dimiliki.
Ada beberapa
faktor yang mendorong terjadinya interaksi social :
Interaksi sosial terbentuk oleh factor – factor berikut ini :
1. Tindakan Sosial
2. Kontak SosiaL
3. Komunikasi Sosial
Dalam
kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara :
Kontak Sosial yang dilakukan menurut
cara pihak – pihak yang berkomunikasi . Cara kontak sosial itu ada 2 macam
yaitu :
1.
Kontak Langsung
Pihak
komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan .
2.
Kontak Tidak Langsung
Pihak
komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara
pihak ketiga. Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses
komunikasi :
Ada 2 macam kontak sosial :
1. Kontak Primer
2. Kontak Sekunder
3. Komunikasi Sosial
Komunikasi artinya berhubungan atau
bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut
komunikator , orang yang menerima komunikasi disebut komunikan . Tidak
selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses
komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif . Contoh : Pesan yang
disampaikan tidak jelas , berbelit – belit , bahkan mungkin sama sekali tidak
dapat dipahami.
B.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL
a.
Imitasi
Merupakan
suatu tindakan yang meniru orang lain, baik dalam sikap ataupun tindakan meniru
merupakan suatu cara belajar dengan jalan mengikuti contoh perubahan orang
lain.
b. Sugesti
ini berlangsung apabila seseorang
memberikan pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain.
Biasanya sugesti muncul ketika sipenerima sedang dalam kondisi yang tidak
netral sehingga tidak dapat bewrfikir rasional.
Biasanya sugesti berasal dari orang-orang sebagai berikut:
1. orang yang berwibawa, karismatik dan punya pengaruh terhadap
yang disugesti, misalnya orang tua ulama dsb.
2. Orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pada yang
disugesti.
3. Kelompok mayoritas terhadap minoritas.
4. Reklame atau iklan media masa.
c. Identifikasi
yaitu merupakan kecenderungan atau keinginan
seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
d.
Simpati
yaitu merupakan suatu proses dimana
seorang merasa tertarik kepada pihak lain. Melalui proses simpati orang merasa
dirinya seolah-olah dirinya berasa dalam keadaan orang lain.
e.
Empati
yaitu merupakan simpati yang
menfdalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
Sumber informasi yang mendasari interaksi
1. warna kulit
2. usia
3. jenis kelamin
4. penampilan fisik
5. bentuk tubuh
6. pakaian
7. wacana
C.
BENTUK-BENTUK PROSES SOSIAL
A. PROSES SOSIAL YANG
ASOSIATIF
Sebagai persatuan atau
persekutuan. Itu berarti asosiasi berhubungan dengan segala proses atau
kejadian menuju kerja sama atau persekutuan. Demikianlah proses asosiatif
membangun kerjasama.
1. Akomodasi , adalah usaha
manusia untuk meredakan ketegngan akibat konflik atau pertikaian dan
kesetabilan. Akomodasi bisa diwujud kan dengan berbagai macam cara antara lain
: koersi, kompromi, aribitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, keputusan mayoritas,
eliminasi
2. Kerjasama , adalah
bergabungnya individu atau sekelompok individu untuk mencapai tujuannya
bersama. Kerjasama terjadi ketika kelompok-kelompok sosial menyadiri bahwa
kepentingan-kepentingan mereka akan dapat terealisasikan secara maksimal dalam
hubungan kerjasama dengan kelompok-kelompok lainnya .
3. Asimilasi
, adalah proses ketika masing-masing individu atau kelompok yang sebelumnya
saling berbeda perhatian dan pandangan sekarang memiliki perhatian dan
pandangan yang sama.Yang terpenting dalam asimilasi adalah bahwa
kelompok-kelompok social yang saling berasimilasi tidak lagi membedakan diri
satu sama lain, tetapi justru lebur menjadi satu kelompok besar.
4. Akultrasi
, adalah suatu keadaan dimana unsure-unsur kebudayaan asing lambat laun
diterima dan diolah ke dalam kebudayaan tersendiri tanpa menyebabkan hilangnya
kepribadian kebudayaan sendiri itu. Contohnya, dalam pakaian, bahasa, kesenian,
dan lain-lain.
B. PROSES SOSIAL YANG
DISOSIATIF
Proses social yang
disosiatif ini akan terjadi dalam masyarakat, dan sebagai sebuah gejala social,
kita tidak menghindarinya.
Ada tiga bentuk utama dari proses social yang disosiatif,
yang persaingan, kontravensi, dan konflik.
1.
Persaingan (kompetisi)
Adalah suatu
bentuk perjuangan social yang berlangsung secara damai.Persaingan terjadi
apabila dua pihak saling berlomba dan berebut untuk mencapai suatu tujuan
tertentu atau kalau barang yang sama terbatas persediaannya. Contohnya,
persaingan memperebutkan kenaikan pangkat, mendapatkan jodoh, memperebutkan
tampuk kekuasaan, menumpuk kekayaan, mendapatkan nama harum, dan
sebagainya.Kompetesi dapat berlangsung secara wajar dan tertib apabila kedua
belah pihak mengakui norma-norma untuk melakukan persaingan secara sportif.
2.
Kontravensi
Merupakan
suatu bentuk proses-proses social yang berada di antara persaingan (kompetisi)
dan pertentangan (konflik). Kontravensi terutama ditandai oleh gejala-gejala
adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaan
tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keragu-raguan terhadap
kepribadian seseorang.
Leopold von
wiese dan howard becker dalam buku mereka systematic sociology (john R. wiley
and sons, NY, 1932) berpendapat bahwa kontravensi terjadi melalui proses-proses
tertentu meliputi:
a. Proses-proses umum yang
meliputi tindakan-tindakan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan
menghalang-halangi.
b. Bentuk-bentuk kontravensi yang
sederhana seperti menyangkal pernyataan orang dimuka umum. Mengeluarkan
kata-kata yang tidak sopan, memfitnah melalui surat kaleng, dan sebagainya.
c. Bentuk-bentuk kontravensi yang
intensif meliputi penghasutan, penyebaran desas-desus, mengecewakan pihak lain,
dan seterusnya.
d. Komravensi yang sifatnya
rahasia seperti mengumumkan rahasia pihak lain, berkhianat, dan sebagainya.
e. Kontravensi yang sifatnya
taktis seperti mengejutkan lawan, mengganggu atau membingunkan pihak lain,
misalnya dalam kampanye pemilihan umum dan sebagainya
3.
Pertentangank(konflik)
Merupakan
kompetisi yang hebat sehingga menimbulkan pertentangan karena munculnya rasa
benci , emosi , rasa marah . contoh : perang antaretnis di bosnia , pertikaian
israel-palestina , konflik antaragma di maluku dan poso , konflik antaretnis di
pontianak , dan sebagainya
2.3 BENTUK-BENTUK
INTERAKSI SOSIAL
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses
asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja
sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau
kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat
diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi
antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan
norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.
Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi
merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi
mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan
kelompok.
Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini
dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan
merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia
yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk
kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara
persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses
sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan
jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.